Tuesday, September 1, 2009

KENAPA GA ADA YANG BERANI TAMPIL BEDA SIH???

PENYAKIT TREND
Ok, katakan itu trend. Tapi kalau trend itu sudah menjadi seragam...apa enggak merasa eneg dan bosan? Atau justru itu nikmatnya bagi para pengikut trend? Sebetulnya sih sah - sah saja kalau mau berpenampilan seperti di fashion spread nya majalah fashion terkemuka, atau mengenakan produk - produk yang sama dengan yang dikenakan artis A, B, C, D...tapi jangan sama plek - plek donk!

Pakai Bottega, Miu Miu atau LV tidak menjadikan anda sebagai seorang fashionista kok. Itu hanya menunjukkan anda memiliki cukup uang untuk memiliki produk - produk tersebut (atau cukup uang untuk menyewa produk - produk brand tersebut, secara sekarang sudah ada layanan penyewaan tas dan pakaian orisinal per hari atau per bulan).



Begitupun pakai Ungaro, Jovovich Hawk, ataupun Bebe tidak akan membuat anda menjadi seorang fashionista, karena pada dasarnya semua orang (baik mereka yang mengenakan brand asli ataupun tiruan, ataupun mengenakan model yg mirip - mirip) dapat mengenakan apa yang anda kenakan dan bisa tampil sebagaimana anda tampil ataupun sebagaimana para celebs hollywood itu tampil.

Lantas apa yang membuat para A list itu tampil beda? Perkenalkan saudara - saudara: Signature Key.

SIGNATURE KEY
Bukan, bukan logo ataupun brand nya, tetapi sesuatu yang istimewa yang dibentuk menjadi keistimewaan atau ciri khas dari sesuatu tersebut. (Tenang, tidak perlu mengerutkan dahi. Setelah ini ada penjelasan mudahnya.) Ya ya, secara gampangnya, signature key itu seperti motif kotak - kotak coklat muda dan tua pada LV, little black dress pada Channel, Kelly Bag pada Hermes, rangka berbentuk D pada tas Dior, dan sebagainya.

Meski tidak ada brand pada tas berbentuk D, anda akan langsung dapat berkata, "Eh, ini kan modelnya tas Dior", nah itu signature key. Lalu, apa signature key anda? Apa yang membedakan tas Dior tersebut saat anda kenakan dan saat orang lain yang mengenakan? Apa yang membedakan harajuku style anda dengan harajuku style orang lain? Apa yang membedakan penampilan anda dengan orang lain? Dan yang terpenting, di mana karakter diri anda yang sesungguhnya?

APA PERLUNYA
Mungkin sebagian dari anda akan bertanya, apa perlunya karakter diri? Bukankah fashion itu yang penting fun? Betul, fun memang ornamen terpenting. Namun apabila dirunutkan dari sejarah fashion itu sendiri, mulai dari timbulnya pakaian adat, lahirnya rok mini, hingga hadirnya konsep pakaian kerja yang mempresentasikan diri anda seutuhnya, maka terlihat secara gamblang betapa fungsi dasar dari fashion itu sendiri adalah aktualisasi diri yang digabungkan dengan kebutuhan lainnya.

Bahkan hingga kini, karakter diri tersebut adalah ornamen dasar, yang karena begitu pentingnya, maka bilamana tanpanya, anda tidak lebih dari seorang copycat, penjiplak, pengikut, atau bahasa kasar dan paling dibenci bagi para fashionista adalah: THE WANNABEES! Yeah. Sampai di sini saya rasa anda tidak perlu penjelasan lebih lanjut kan?

STYLE
Sebuah quote terkenal di dunia fashion datang dari seorang Yves Saint Laurent yaitu "Fashions fade, style is eternal". Saya yakin anda semua sudah pernah mendengarnya, atau bahkan sudah menjadikannya sebagai quote of life anda. Penjelasan tentang style juga sudah ada di mana - mana, mulai dari buku - buku referensi khusus style, buku biografi designer dan model, hingga yang menjadi best seller terakhir kemarin yaitu : Style by Kate Spade.

Jadi, apa itu style? Bagaimana style anda? Ya ya, tentu jawaban semua orang berbeda. Ada yang bilang, "style itu gaya loe", "style gue retro 80's gitu deh" atau "pokoknya DVF banget deh". Sah - sah saja. (Khusus bagi yg menjawab "style gue sih persis seperti Mischa Barton deh" atau menyebut celeb lainnya, well...sorry, but you considered as the wannabees.)

Tapi semoga anda menyadari bahwa, baik style maupun signature key adalah masalah kepribadian dan karakter. Sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang dan tidak dapat digantikan dengan brand. Seperti aura chic yang kita dapati secara instan dari Parisian women meski mereka hanya mengenakan jeans dan t-shirt, atau aura regalia classic yang kita dapati dari para English lady meski mereka hanya mengenakan coat dan skirt.

Bagi saya, pada dasarnya style adalah kumpulan dari signature key. Bisa berupa charm dan scarf yang selalu anda lilitkan di tas dan leher anda, bisa berupa jepitan rambut ataupun painter hat yang selalu anda kenakan bersama coat dan boot anda, bisa berupa kalung cameo yang selalu anda kenakan, bisa berupa flowery pattern dan sentuhan country yang selalu ada pada cara berpakaian anda, ataupun kombinasi dari beberapa hal tersebut. Hal - hal kecil yang menjadikan anda terlihat berbeda, serta membuat anda merasa jauh lebih istimewa. Hal - hal yang membuat teman - teman anda dapat berkata, "Itu kan gayanya dia".

GUE BANGET
Lagi - lagi anda tentu sudah sering mendengarnya. Be Yourself. Hal termudah sekaligus tersulit. Di tengah deraan berita fashion dunia dan bertebarannya majalah - majalah dan konsep - konsep fashion yang berusaha membentuk dan mengarahkan anda, serta celebrities yang menjadikan trend - trend tertentu sebagai must-haves, maka kehilangan jati diri dalam penampilan anda, mungkin adalah sesuatu hal yang diwajarkan.

Namun sebagaimana tidak setiap trend cocok bagi anda, begitupun pentingnya untuk menjadi diri sendiri dan mengaktualisasikan diri anda sendiri melalui penampilan anda. Menjadi cantik dan fashionable tidak berarti anda harus menjadi the wannabees ataupun kehilangan jati diri anda sendiri. Di sisi lain, dengan menjadi diri sendiri, adalah cara termudah untuk menentukan signature key anda. Kenali diri anda, dan jujurlah dengan apa yang nyaman dan menyenangkan bagi diri anda.

Boleh saja apabila anda ingin mengenakan produk kelas dunia, namun akan menjadi percuma apabila anda mengenakan produk belasan juta rupiah dari desainer ternama, dan tidak merasa nyaman sama sekali. Nyaman baik dalam arti tidak sesuai saat dikenakan, maupun tidak merasa aman dan harus selalu berhati - hati saat mengenakannya. Seperti apa yang dikatakan Coco Chanel, “Luxury must be comfortable, otherwise it is not luxury."

Blouse dengan harga ratusan ribu akan menjadi sesuatu yg jauh lebih luxurious dibanding produk belasan juta rupiah anda, apabila membuat anda merasa nyaman mengenakannya, mudah bergerak dan tampil lebih percaya diri. Seperti sebuah iklan kartu kredit ternama, semua produk ada harganya, tetapi ikatan dan rasa yang anda dapatkan adalah priceless. Begitupun style dan signature key anda, adalah priceless.

Mulai sekarang, tanyakan pada diri anda setiap anda mulai berdandan. Apa yang membedakan saya dengan orang lain? Apa yang membuat semua yang saya kenakan terlihat hebat dibanding saat dikenakan orang lain? Apa yang menjadi gaya saya dan mungkin membuat orang lain meniru saya? Atau bahasa kerennya: Apa yang membuat saya menjadi the trendsetters?

Ingatlah, menenteng Bottega dan LV tidak menjadikan anda Kate Moss, pun mengenakan Bebe ataupun Keds tidak menjadikan anda Mischa Barton. Tapi yakinlah saat orang lain bisa berkata "Itu gaya loe" atau "Itu style loe banget", maka apapun yang anda kenakan dan brand apapun yang anda miliki, tidak akan mengurangi kharisma dan pesona anda. Another thing is..., it is so much fun to the one and only...you!

0 comments:

Post a Comment